Saturday, April 28, 2018

Fungsi organ limfatik (Primer dan Sekunder) dan Mekanisme sistem imun


1      Fungsi organ limfatik
Organ limfatik dapat dibagi menjadi 2 menurut fungsinya, yaitu
a.       Limfatik primer atau sentral
Limfatik primer teridiri dari 2 organ, yaitu
-          Sumsum Tulang
Sumsung tulang terdapat di dalam hampir semua jenis tulang, terutama tulang pipa. Pada awal neonatus atau bayi seluruh tubuh berisi sumsung tulang merah sedangkan berdasar pertumbuhan semakin lama akan tergantikan dengan sumsum tulang kuning yang berisi banyak sel adiposa. Sumsum tulang merah merupakan tempat hematopoesis. Hematopoesis merupakan proses diferensiasi sel stem menjadi sel darah mieloid dan limfoid. Sel limfoid nantinya akan berkembang menjadi sel limfosit T, limfosit B, dan NK sel. Limfosit B kemudian mengalami maturasi disini. Sedangkan, limfosit T akan menuju Thymus dan bermaturasi disana.
-          Thymus
Thymus merupakan organ yang terletak di mediastinum tubuh. Limfosit T yang menuju Thymus nantinya akan menjadi matur dan imunokometen sehingga siap menuju organ limfatik sekunder.
b.      Limfatik sekunder
Limfatik sekunder merupakan tempat pemberhentian sel B dan Sel T yang sudah mengalami maturasi di limfatik primer. Sehingga nantinya Sel T akan melakukan proliferasi dan spesifikasi pajanan. Pada kondisi terpapar patogen tertentu kemungkinan akan mengalami perbesaran. Organ limfatik sekunder terdiri atas 3, yaitu:
-          Limfonodus
Limfonodus merupakan tempat pertemuan berbagai saluran limfe dan terdapat banyak sekali di tubuh (sekitar >600) berbentuk nodular. Tempat yang banyak terdapat limfonodus adalah di sekitar leher, axila, dan selangkang. Sehingga jika terjadi infeksi dari beberapa antigen seperti virus, bakteri, jamur dll. Dapat mengakibatkan pembengkakan.
-          Limpa
Limpa merupakan organ limfatik terbesar dan terletak di cavum abdominal dexter posterior diafragma, fungsi limpa:
1.      Sebagai tempat cadangan darah
2.      Menghancurkan sel darah merah yang sudah tua.
3.      Mengatur siklus zat besi
4.      Menyimpan sel monosit sel darah putih.
-          Tonsila
Letak tonsila ada di 3 tempat yaitu tonsila lingualis (facies dorsalis radix linguae), tonsila pharingeal (dinding dorsal nasopharing), dan tonsila palatina (arcus glosopalatinus dan pharingopalatinus). Fungsi tonsila adalah sebagai pertahanan tubuh.
2     Mekanisme
Setiap pajanan akan melewati barrier-barrier tubuh seperti kulit. Setelah masuk tubuh ada yang menyebar lewat cairan seperti plasma dan ada yang menginvasi sel sehingga sel menjadi rusak atau mengalami nekrosis. Agar tubuh bertahan terhadap pajanan antigen maka pertahanan pertama dilakukan oleh sel imun perifer yaitu APC  yang teridiri dari limfosit B, makrofag, dan sel dendritik. Pembasmian antigen yang sederhana dapat dilakukan langsung tetapi untuk antigen ganas atau belum pernah dibasmi sebelumnya maka sel APC ini akan membawa sebagian anggota tubuh spesifik antigen untuk dibawa melewati saluran limfe menuju organ limfatik sekunder. Sel APC akan menyerahkan organel spesifik antigen tersebut ke limfosit T dengan MHC kelas II (sedangkan sel nonAPC menggunakan MHC kelas I) dan akan ditangkap oleh sel Th 1 atau 2 (Th 1 untuk intraseluler dan Th2 untuk ekstraseluler) dengan TCR (T cell receptor). Kemudian sel Th1 akan menyuruh sel B untuk berproliferasi dengan menggunakan beberapa sitokin seperti IL 5, dan IL 6, spesifik, dan mempunyai memori terhadap pajanan (sedangkan Th 2 mengeluarkan CD 8 untuk membuat sel infeksius nekrosis dan pecahan nekrosis membuat sel sekitar kebal serta CD 4 untuk membuat makrofag lebih ganas memakan sel infeksius).

Mekanisme humoral

Mekanisme seluler

0 comments:

Post a Comment