Saturday, April 28, 2018

PEDOMAN KESELAMATAN KERJA DI LABORATORIUM MIKROBIOLOGI


   
 Dasar Teori

Dalam kegiatan pembelajaran di laboratorium, semua pihak harus menyadari bahwa dalam setiap kegiatan tersebut mempunyai potensi bahaya dan menimbulkan dampak lingkungan sehingga penting sekali aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja di dalam laboratorium (Jerussalem, khayati, 2010). Penerapan keselamatan kerja di laboratorium mikrobiologi sangat penting untuk diterapkan mengingat banyaknya subyek pengamatan yang mikroskopik dan bersifat infeksius. Ketidakdisiplinan praktikan dalam mematuhi peraturan laboratorium yang ditetapkan instansi/universitas akan meningkatkan resiko kecelakaan kerja. Sehingga setiap instansi/universitas menerapkan sanksi pada pelanggar peraturan keseselamatan kerja di laboratorium mikrobiologi. Untuk pengetahuan sedini mungkin, para mahasiswa yang menjadi praktikan diwajibkan untuk mengetahui pedoman keselamatan kerja di laboratorium mikrobiologi.
Menurut Milliana (2018), Bahan-bahan berpotensi bahaya di laboratorium mikrobiologi antara lain:
a. Bahan biologis, berupa biakan kuman, spesimen klinis, dsb.
b. Bahan kimia, berupa zat warna, bahan asam, dsb.
c. Bahan fisika, berupa api, arus listrik, dan benda tajam.
Pedoman keselamatan kerja di laboratorium mikrobiologi ini diperlukan untuk mencegah adanya paparan/kontaminasi terhadap subyek pengamatan, praktikan, maupun lingkungan.

Hasil pengamatan dan Pembahasan

Terdapat berbagai potensi bahaya yang terdapat di dalam laboratorium mikrobiologi. Adapun penggolongannya dapat dibagi menjadi 3 berdasarkan sifat yaitu:
a.       Bahan Biologis
Banyak subyek penelitian berupa mikroorganisme yang bersifat mikroskopis dan infeksius sehingga dapat membahayakan keselelamatan praktikan dan lingkungan seperti biakan kuman dan spesimen klinis.
b.      Bahan Fisika
Banyak terdapat  peralatan berbahan dasar kaca sehingga dibutuhkan kewaspadaan dan kehati-hatian dalam bekerja di laboratorium dan peralatan dengan suhu, tekanan, dan arus tinggi di dalam laboratorium.
c.       Bahan kimia
Banyak terdapat cairan kimia yang digunakan dalam proses praktikum yang berbahaya. Seperti zat warna dan cairan asam.
1.      Jelaskan prosedur keamanan sebelum, selama dan setelah bekerja di Laboratorium Mikrobiologi!
Berikut merupakan prosedur keamanan sebelum bekerja di laboratorium mikrobiologi:
a.       Mengetahui dan memahami nama, fungsi, prinsip kerja serta cara kerja peralatan yang akan digunakan.
b.      Melakukan teknis asepsis cuci tangan 7 langkah
c.       Menyemprot tangan dengan alkohol
d.      Menggunakan alat perlindungan diri utama laboratorium berupa jas lab, safety goggle, masker, dan gloves.
e.       Mensterilkan area kerja dan peralatan yang akan dipakai dengan melakukan dekontaminasi pada meja, kursi, dan perlatan lab dengan alkohol 70% atau alat penyeteril lainnya.
Berikut merupakan prosedur keamanan selama bekerja di laboratorium mikrobiologi:
a.       Tidak makan, minum, maupun merokok di dalam laboratorium
b.      Melakukan prosedur sesuai petunjuk praktikum dengan benar dan hati-hati. Seperti tata cara memindahkan cairan dengan pipet
c.       Memberikan label pada setiap kultur atau zat yang digunakan dengan nama dan tanggal pembuatannya. Dapat ditempeli stiker dan tulisan yang jelas dengan warna yang kontras agar memudahkan pembacaan sehingga tidak tertukar.
d.      Menggunakan peralatan sesuai dengan kebutuhan.
e.       Meletakkan peralatan laboratorium sesuai tempat dan fungsinya dalam praktikum.
Berikut merupakan prosedur keamanan setelah bekerja di laboratorium mikrobiologi:
a.       Membersihkan meja kerja dengan alkohol 70%
b.      Membuang sisa-sisa praktikum sesuai dengan jenis limbahnya pada tempat sampah yang disediakan .
c.       Mencuci peralatan yang sudah dipakai dengan sabun secara hati-hati untuk menghindari alat pecah.
d.      Menempatkan kembali peralatan laboratorium pada tempat semula agar memudahkan persiapan untuk praktikum selanjutnya.
e.       Membersihkan lantai dari kemungkinan terkena percikan cairan kimia saat proses praktikum berlangsung.
f.       Membuang gloves pada tempat sampah berbahaya. Kemudian mencuci tangan 7 langkah dengan sabun dan keringkan. Jika perlu gunakan alkohol 70% kembali untuk mensterilkan.
2.      Jelaskan prosedur keamanan saat bekerja dengan biakan bakteri!
Berikut merupakan prosedur keamanan saat bekerja dengan biakan bakteri:
a.       Menggunakan alat perlindungan diri utama laboratorium berupa jas lab, safety goggle, masker, dan gloves.
b.      Mencuci tangan dengan sabun antiseptik sebelum dan sesudah bekerja dalam laboratorium mikrobiologi.
c.       Melakukan dekontaminasi area kerja sebelum dan sesudah melakukan praktikum.
d.      Memperhatikan posisi duduk yang nyaman dan tegak serta tidak mendekatkan wajah ke meja kerja untuk menghindari infeksi.
e.       Selalu menggunakan rak untuk meletakkan tabung reaksi maupun kaca preparat yang berisi spesimen atau medium kultur untuk menghindari tabung reaksi dan kaca preparat pecah.
f.       Menggunakan sengkelit lingkaran penuh dan pembakar gas/ bunsen dengan benar dan penuh kehati-hatian untuk menghindari percikan bahan infeksius.
g.      Mengambil atau memindahkan biakan mikroorganisme dari kultur dengan benar dan hari-hati.
3.      Berikan satu contoh kasus kecelakaan di Laboratorium Mikrobiologi dan prosedur tindakan keamanan untuk mengatasinya!
Apabila terjadi kecelakaan ringan seperti pecahnya tabung reaksi yang terdapat zat atau kultur mikroorganisme di dalamnya dapat dilakukan tahapan berikut:
a.       Memberi peringatan kepada seluruh praktikan yang bekerja disekitar tumpahan zat.
b.      Mengisolasi area tumpahan agar tidak menyebar.
c.       Memindahkan pecahan yang tajam dengan menggunakan sarung tangan.
d.      Melakukan pengelapan dan dekontaminasi area
e.       Melaporkan kepada penanggung jawab praktikum atau asisten praktikum.
f.       Melakukan pengobatan ringan apabila ada yang terkena pecahan kaca.
g.      Membuat laporan tertulis mengenai insiden yang terjadi secara rinci.

0 comments:

Post a Comment