• Sempat Mendua

    ini dia.. kelasku yang baru, tapi orang-orangnya nggak semua baru

  • paus biru

    mau tahu apa itu paus biru dan karakteristiknya? nih ada liputannya

  • This is jangkrikku

    ini dia keas yang paling keren dan kece yang gaakan terlupakan. jangkrik is the best:D

Tuesday, March 12, 2019

SOAL MIKROBIOLOGI JAWETZ : difteri, Streptococcus pneumoniae, Francisella Tularensis, hemophylus influenza


1.       Seorang anak laki-laki berusia 8 tahunmenderita nyeri tenggorok berat. Pada pemeriksaan terlihat eksudat keabuan (pseudomembran) di tonsil dan faring. Diagnosis banding faringitis berat seperti ini meliputi infeksi oleh streptokokus grup A, infeksi virus epstein Barr Virus, faringitis Neisseria gonorrhea, dan difteri. Penyebab faringitis anak laki-laki tersebut yang paling mungkin adalah
a.       Basil gram negatif
b.      Virus RNA sense positif beruntai TUNGGAAL
c.       Kokus gram positif katalase yang positif tumbuh berkelompok
d.      Basil gram positif berbentuk gada
e.      Virus RNA beruntai ganda
2.       Mekanisme primer patogenesis penyakit anak laki-laki (pertanyaan nomer 1) tersebut adalah
a.       Peningkatan akhir monofosfat adenosisn siklik intraseluler
b.      Kerja eksotoksin pirogenik (supraantigen)
c.       Inaktivasi asetilkolin esterase
d.      Kerja enterotoksin A
e.      Inaktivasi pemanjangan faktor 2
3.       Difteri kulit yang terjadi pada anak area tropis secara khas
a.       Tidak terjadi pada anak yang divaksinasi dengan toksoid difteri
b.      Secara klinis berbeda dengan infeksi kulit (pioderma, impetigo) yang disebabkan oleh streptococcus pyrogens dan staphylococcus aureus
c.       Juga sering di garis lintang utara
d.      Menyebabkan kadar antitoksin protektif pada sebagian anak ketika mereka berusia 6-8 tahun
e.      Menimbulkan kardiomiopati disebabkan oleh toksin
4.       Seorang laki-laki 48 tahun dibawa ke rumah sakit karena stupor. Ia terlihat kumuh dan tunawisma serta hidup di penampungan dengan para tunwisma lain yang menghubungi pihak berwenang ketika pasien tidak dapat dibangunkan. Pasien meminum banyak anggun yang telah difortifikasi dan minum sangat banyak pada 2 malam sebelumnya. Suhu tubuhnya 38,5 C dan tekanan darahnya 125/80 mmHg. Ia mengerang ketika berusaha dibangunkan. Ia menunjukkan tanda kernig dan burdinzki positif, yang menandakan adanya iritasi mening. Pemeriksaan fisik dan pemeriksaan thorax menandakan adanya konsolidasi pada lobus bawah paru kiri. Aspirat endotrakeal memperlihatkan sputum berwarna coklat kemerahan. Pemeriksaan asupan sputum dengan pewarnaan gram yang menunjukan banyak sel polimorfonuklear dan banyak diplokokus gram posiifyang berbentuk lanset, pada pungsi lumbal cairan serebrospinaltampak keruh dan jumlah sel darah putihnya 570nL dengan 95% sel polimorfonuklear; pewarnaan gram menunjukkan diplokokus gram-positif. Berdasarkan informasi tersebut, kemungkinan diagnosisnya adalah
a.       Pneumona dan meningitis yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus
b.      Pneumona dan meningitis yang disebabkan oleh Streptococcus pyrogens
c.       Pneumona dan meningitis yang disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae
d.      Pneumona dan meningitis yang disebabkan oleh Enterococcus faecalis
e.      Pneumona dan meningitis yang disebabkan oleh Neisseria meningitidis
5.       Pasien dengan pertanyaan nomer 4 mulai diberikan antibiotik untuk melawan berbagai kemungkinan mikroorganisme. Kemudian, biakan sputum dan cairan serebrospinal menumbuhkan diplokokus gram positif dengan minimum inhibitory infiltration concentration (MIC) terhadap penicilin G>2  ng/ml. Obat untuk pasien ini sampai uji sensitivitas lebih lanjut dapat dilakukan adalah
a.       Penisilin G
b.      Nafsilin
c.       Trimetropin-sulfametoksazol
d.      Gentamisin
e.      Vankomisin
6.       Infeksi ini (nomer 4) dapat dicegah oleh
a.       Benzantin penisilin intramuskular profilaktik setiap 3 minggu
b.      Vaksin polisakarida kapsular 23 valen
c.       Vaksinyang melawan polisakarida kapsular yang serogroup A,C, Y, dan W135
d.      Vaksin yang poliribosirbitol polisakarida kapsular yang terikat secara kovalen dengan protein
e.      Penisilin V oral setiap hari
7.       Mana yang termasuk patogenesis organisme yang menyebabkan infeksi (nomer 4)
a.       Invasi sel yang melapisi alveoli dan masuk ke dalam sirkulasi venula paru
b.      Resistensi terhadap fagosistosis yang diperantari oleh protein M
c.       Migrasi ke kelenjar limfe mediastinum tempat terjadinya perdarahan
d.      Setelah fagositosis, organisme melisiskan vakuola fagosist dan dilepaskan ketika sel fagosistik masuk ke dalam sirkulasi
e.      Penghambatan fagositosis oleh kapsul polisakarida
8.       Protein polisakarida kapsuler 7 valen mengonjugasi vaksin untuk patogen pada pertanyaan nomer 4 dianjurkan
a.       Untuk usia 18 tahun dan orang dewasa tertentu
b.      Haya untuk orang yang terpajan dengan penderita penyakit yang disebabkan oleh organisme tersebut
c.       Untuk anak-anak berusia 2-23 bulan dan anak-anak tertentu yang berusia 59 bulan
d.      Untuk anak-anakyang berusia 24-72 bulan
e.      Untuk semua kelompok umur di atas usia 2 bulan
9.       Seorang petugas kepala penjara 55 tahun di Vermont menemukan seekor tikus air mati di pinggir sungai. Kemudian dia mengambil mayat binatang tersebut, danberpikir mungkin tikus ini mati  karena terperangkap atau ditembak secara ilegal, ternyata tikus ini tidak tertembak atau terperangkap, dan petugas tersebut menguburnya. Empat hari kemudian dia menderita ulkus 1.5 cm yang terasa nyeri pada jari telunjuk tangan kanannya, ulkus 1 cm pada dahi kanannya dan nyeri pada aksila kanannya. Pada pemeriksaan fisik juga ditemukan adanya limfadenopati aksila kanan. Pasien tersebut kemungkinan terinfeksi...
a.       Spesies brucella
b.      Ricketsia ricketsii
c.       Salmonella typhi
d.      Haemophilus drucei
e.      Francisella tularensis
10.   Seorang anak laki-laki 18 bulan sedang bermain dengan seorang anak penderita meingitis haemophulus influenz. Orang tua anak tersebut konsultasi dengan dokter anaknya, dan dokter tersebut mengatakan tidak perlu khawatir, anaknya tidak akan tertular karena sudah diimunisasi dengan vaksin konjugat poliribosa fosfat  (PRP) protein. Mengapa bayi usia 2 bulan sampai 2 tahun perlu diimunisasi dengan vaksin konjugat polisakarida protein?
a.       Protein konjugat adalah protein toksoid difteri dan tujuannya adalah agar bayi yang diimunisasi dapat membentuk antibodi spontan terhadap difteri
b.      Bayi usia 2 bulan sampai 2 tahun tidak berespon secara imunologi terhadap vaksin polisakardia yang tidak terkonjugasi dengan suatu protein
c.       Vaksin konjugatdirangsang untuk anak yang lebih besar, dewasa serta bayi
d.      Antibodi maternal ( transpalsenta ) yang melawan haemophulus influenza  hilang dari sirkulasibayi 2 bulan
e.      Tidak ada jawaban yang benar